![]() |
| agen bola |
Tapi, perjalanan The Catalans di kompetisi Liga Champions berbanding terbalik dengan yang terjadi di turnamen lokal. Blaugrana begitu superior di ajang Liga Champions dan itu dibuktikan ketika menghadapi Newcastle United di babak penyisihan Grup A, 11 Desember 2002.
Di tengah kesulitan di La Liga, Barca yang ketika itu diarsiteki Louis Van Gaal mampu membungkam peragu dengan kemenangan meyakinkan 3-1 di rumah sendiri, Camp Nou.
Sebelum ini, Barcelona juga memenangkan enam pertandingan di fase pertama, plus dua leg di babak kualifikasi dan sepuluh kemenangan konsekutif itu menyamai rekor Liga Champions yang pernah diukit AC Milan di musim 1992/93.
Kemenangan tengah pekan itu, yang disuguhkan dengan permainan menyerang, sedikit meringankan tekanan terhadap Van Gaal, karena timnya 13 poin di belakang Sociedad.
Dani membawa tuan rumah unggul di menit ketujuh pertandingan yang mengalami penundaan sehari menyusul hujan lebat membuat stadion tidak memungkinkan menggelar laga sesuai jadwal seharusnya, Selasa 10 Desember.
Newcastle menyamakan kedudukan di setelah 24 menit berjalan lewat Shola Amoebi yang mendapat umpan silang dari Dyer. Tim tamu nyaris berbalik unggul, tapi kiper Roberto Bonano sukses menggagalkan sepakan Nolberto Solano.
Blaugrana terus menyerang dan Patick Kluivert mengembalikan keunggulan tim sepuluh menit jelang jeda.
Sebuah sundulan dari Thiago Motta, yang diklaim penggawa Newcastle tidak melewati garis gawang, memastikan kemenangan di menit 58, sekaligus memberikan pil pahit kepada bos The Magpies yang juga mantan pembesut Barcelona, Bobby Robson, dalam kembalinya ke Camp Nou.

0 comments:
Post a Comment