![]() |
| agen bola |
Berbeda dengan 16 tahun lampau, Si Hitam-Kuning kalah dari Bayern Munich dalam All German Final di Wembley, tapi penikmat sepakbola kadung jatuh hati dengan performa eksplosif skuat Jurgen Klopp, dan rasanya tak berlebihan kalau ada anggapan BVB telah menjadi tim favorit kedua semua orang.
Awal musim ini, gaya agresif penuh tenaga -- atau menurut istilah Klopp "heavy metal" -- menghasilkan start cemerlang untuk Dortmund. Tujuh kemenangan dilahap Die Borussen dalam tujuh partai kompetitif perdana 2013/14.
Dimulai dengan menuntaskan dendam pada Bayern lewat kemenangan 4-2 di Piala Super Jerman, torehan sempurna BVB berlanjut dengan menghantam SV Wilhelmshaven di DFB-Pokal dan lima lawan pertama di Bundesliga sebelum akhirnya dijegal 2-1 oleh Napoli di Liga Champions. Pucuk klasifika liga pun dikuasai Dortmund selama lima minggu (spieltag 2 sampai 7).
Namun, perlahan-lahan masalah bermunculan. Sejak disalip Bayern pada pekan kedelapan, Dortmund belum pernah lagi merebut singgasana tabel, bahkan justru melorot ke urutan ketiga dan sekarang nilai mereka disamai Borussia Monchengladbach di urutan keempat.
Kekalahan 1-0 dari Bayer Leverkusen di Signal Iduna Park Sabtu (7/12) lalu seolah menegaskan status krisis di tubuh Dortmund. Gol semata wayang Son Heung-Min menandai kekalahan keempat BVB dalam tujuh laga resmi terakhir, dan yang ketiga di kandang sendiri dari empat partai. Sebelumnya mereka juga dibungkam Arsenal 1-0 dan Bayern 3-0. Mereka kini defisit sepuluh poin dari The Bavarians dan kalau melihat konsistensi pasukan Pep Guardiola, barangkali Dortmund sudah harus mengucapkan selamat tinggal pada ambisi Deutscher Meister.
Kita dapat dengan mudah mengedepankan badai cedera sebagai pangkal utama kemerosotan Dortmund. Betapa tidak, mereka saat ini minus tiga (Mats Hummels, Neven Subotic, dan Marcel Schmelzer) dari empat bek utama, sementara Lukasz Piszczek juga belum balik ke kondisi maksimal seusai pulih dari cedera pinggang yang memaksanya melewatkan mayoritas awal musim.

0 comments:
Post a Comment