BETTING

Tuesday, November 5, 2013

Melalui era gemilang di edisi Liga Champions 2003 termasuk membuat rekor gol terbanyak, setelahnya kedua tim justru tenggelam dalam degradasi.
Edisi 2003 menciptakan drama gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Champions
agen judi online terpercaya
agen judi online terpercaya - Drama 11 gol menghiasi sebuah pertandingan "gila" di Liga Champions tepat hari ini, pada edisi 2003 silam, yang mempertemukan Monaco versus Deportivo. Dalam laga tersebut, utusan Prancis berhasil menghajar wakil Spanyol 8-3, di mana angka tersebut melahirkan skor terbesar yang terjadi dalam sejarah era Liga Champions.

Padahal Deportivo menyambut laga ini dengan kepercayaan diri tinggi menyusul sebelumnya mereka sukses mengangkangi Monaco 2-1 di Riazor, berkat sumbangan dari Diego Tristan di menit akhir. Tapi di perjumpaan kedua, klub kerajaan mengamuk dan revans hingga menjebol delapan kali gawang Deportivo.

Sekira 15,882 fans berkumpul di Stade Louis II untuk melihat dua penguasa Grup C bertarung untuk menjuarai grup. Tanda-tanda bakal terciptanya sebuah pertandingan Liga Champions paling hebat sepanjang masa sudah terlihat sejak Jerome Rothen mencetak gol di menit kedua.Satu pemain yang absen dari starting line-up Monaco adalah pemain internasional Spanyol Fernando Morientes -- topskor di edisi ini -- yang sebetulnya dibutuhkan tenaganya untuk menghadapi tim dari negaranya.

Walau begitu, Monaco rupanya tetap tampil cemerlang dan mampu dengan cepat membabat Depor 4-0 lewat tambahan-tambahan dari striker Kroasia Dado Prso, dan calon winger Barcelona Ludovic Giuly sebelum Diego Tristan dan Lionel Scaloni mengejar ketinggalan sebelum istirahat paruh pertama. Namun di sisa-sisa 45 menit awal, Prso rupanya masih bisa mencetak gol dan mencatat hat-trick, sekaligus adalah kado terindahnya di hari jadinya yang ke-26.

Jaroslav Plasil meneruskan kegemilangan mencetak gol lanjutan di babak kedua sebelum Prso menjadi satu dari tiga pemain yang mampu mencetak empat gol dalam sejarah sebuah pertandingan Liga Champions.Tristan menamakan diri di papan skor kali kedua lewat gol solo yang luar biasa, tapi Monaco seperti kehausan hingga sumbangan terakhir dari gelandang bertahan Edouard Cisse secara komprehensif melengkapi kemenangan 8-3 sang wakil Prancis.

Dalam perjalanannya, kedua tim lolos dari Grup C. Tapi Monaco harus menelan pil pahit di partai final ketika mereka merelakan FC Porto berdiri di podium juara setelah sebelumnya berjuang secara heroik menendang Real Madrid dan Chelsea. Namun akibat final di edisi ini, entah kenapa Monaco harus membayarnya dengan penurunan performa sampai akhirnya mereka terseret arus degradasi yang membuat mereka harus bermain di kasta kedua sepakbola Prancis pada 2011.Sementara Deportivo melenggang ke semi-final setelah menundukkan AC Milan sebelum petualangan mereka dihentikan FC Porto di empat besar. Menariknya, sama seperti Monaco, setelah melalui edisi fantastis Liga Champions ini, Deportivo juga terdemosi ke ajang Segunda.

0 comments:

Post a Comment

JADWAL LIVE TV