Kalah dua kali beruntun atas Fiorentina dan Real Madrid, Juventus mencoba bangkit dari keterpurukan kala menjamu Genoa pada gionarta sembilan Liga Italia Serie A, Minggu (27/10).
![]() |
| agen judi online terpercaya |
agen judi online terpercaya - Juventus tengah berada dalam momen sulit selama sepekan terakhir. Bagaimana tidak, setelah berhasil menundukkan AC Milan dengan skor 3-2, Si Nyonya Tua berturut-turut kalah 4-2 oleh Fiorentina di Serie A dan 2-1 dari Real Madrid dalam ajang Liga Champions, tengah pekan lalu.
Skema 3-5-2 yang jadi andalan Antonio Conte dalam dua musim terakhir mulai terbaca. Meski selalu sanggup mendominasi lawan, lini pertahanan Bianconeri begitu lemah kala menghadapi serangan balik. Terbukti, sejak awal musim ini mereka sudah kebobolan 15 gol dari 14 partai di semua ajang yang sudah dilakoni. Artinya gawang Gigi Buffon selalu kebobolan 1,07 gol di setiap partainya. Jelas 180 derajat berbeda dengan pertahanan Juve dua musim ke belakang.
Conte akhirnya mencoba variasi baru kala bertandang ke Bernabeu untuk menghadapi Madrid. Skema anyar 4-3-3 coba ia terapkan, di mana Caludio Marchisio masuk sebagai trisula penyerang menemani Carlos Tevez dan Fernando Llorente. Hasilnya? Tidak terlalu mengecewakan, Juve tampil menyerang dan mendominasi meski akhirnya kalah 2-1, lebih dikarenakan kartu merah Chiellini.
Formasi 4-3-3 patut kembali dicoba kala menjamu Genoa dalam lanjutan Serie A gionarta sembilan, Minggu (27/10). Tanpa mengesampingkan kehormatan tim lawan, skema anyar tersebut bisa lebih matang kala diajajal menghadapi tim dengan kualitas yang lebih rendah ketimbang Madrid. Pemain-pemain yang mahir mengisi peran di sisi lapangan juga layak diberi kesempatan bermain sejak menit awal, seperti Paolo De Ceglie dan Sebastian Giovinco.
Sementara Genoa kini sedang dalam kondisi yang bagus pasca kembalinya Gian Piero Gasperini sebagai pelatih. Sebuah hasil imbang dan kemenangan langsung mereka peroleh dalam dua laga perdana di bawah kepemimpinannya. Alberto Gilardino pun kembali menemukan ketajamannya. Hal itu terbukti kala Il Grifoni menundukkan Chievo Verona 2-1 di gionarta delapan, lewat dwigol Gilagol.
Skema anyar 4-4-1-1 yang dibawa Gasperini pun langsung bisa dipraktikkan para anak buahnya dengan apik. Hal itu dikarenakan karakteristik pemain Grifoni yang mendukung formasi klasik tersebut. Anda bisa mengujinya melalui perpaduan emas antara Sime Vrsaljko dan Francesco Lodi di lini tengah.
Menilik ke belakang akan rekor pertemuan kedua tim, hujan gol tampaknya bakal kembali terjadi. Meski sulit, Juve yang bertindak sebagai tuan rumah memiliki peluang lebih besar untuk meraup poin sempurna dalam laga ini.
.jpg)
0 comments:
Post a Comment